Tampilkan postingan dengan label ayu ting ting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ayu ting ting. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2016

Beda Gadis SMA dengan Janda


Aku teringat masa-masa SMA, ketika aku masih lugu. Yang kupikirkan saat itu adalah menguasai matematika dan fisika, tetapi malah bagusnya di kimia. Karena sibuk mendalami ilmu-ilmu tersebut, aku tidak mengasah kemampuanku dalam memahami perasaan cinta dan romansa. Aku pun selalu culun semasa SMA.

Sewaktu SMA, seseorang begitu lugu dan mudah ditipu. Pria ditipu wanita dan wanita ditipu pria. Apalagi tipuan asmara. Contohnya, Ayu Ting Ting ketika masih SMA, dia bisa ditipu dengan alamat palsu. Teringat pula, kalau aku juga pernah memberikan alamat palsu: seharusnya alamatku di Margahayu Permai, tetapi aku mengaku di Margahayu Raya. Yang satu di Selatan Bandung, yang lain di Timur.

Beginilah Ayu Ting Ting bernyanyi ketika begitu lugunya, mendapat alamat palsu.


Video yang menarik, Ayu Ting Ting masih gadis SMA, dan diduga betulan ting-ting. Dari video, terlihat kalau dia lincah menari, tapi ekspresi wajahnya masih culun. Aktingnya masih jelek depan kamera. Yang asyik dari anak SMA adalah masih fresh dan berani mencoba hal baru. Begitu pun Ayu Ting Ting masa SMA: fresh, lincah, gerak tubuh tidak terkoordinasi karena masih pemula, dan baru masuk "nyemplung" ke industri musik yang kejam penuh dengan ikan hiu.

***

Kini Ayu Ting Ting sudah janda. Walau menyandang nama ting-ting, ia sudah tidak ting-ting lagi. Dia sempat menikah paket kilat. Disebut kilat, karena dalam kurang dari 6 bulan bisa melahirkan anak (wiki: en,id,jv,su). Wanita lain biasanya butuh 9 bulan untuk hamil hingga melahirkan.

Setelah tidak SMA lagi, apakah dia masih bisa tertipu oleh pria? Yang jelas, pernikahannya kandas dalam perceraian dan ia pun menjadi janda, sebulan setelah melahirkan anaknya.

Beginilah Ayu Ting Ting bernyanyi Sambalado, tentang pedasnya bibir seorang pria.


Video yang menarik. Kemampuan menarinya tidak sebaik di lagu-lagu sebelumnya. Sepertinya koreografernya dan sutradara video klip Sambalado tidak merasa video harus dibuat menarik. Produser musik hanya ingin menjual ring tone, jadinya ekspresi musik dalam tarian tidak digarap serius. Namun bisa juga karena Ayu Ting Ting punya masalah dengan tulang belakang atau tulang panggul. Apa pun yang terjadi, tariannya tidak menarik di video tersebut. Yang membaik adalah ekspresi wajahnya di video klip. Ia sudah menimba pengalaman akting selama perjalanan karir musiknya.

Dari tema Sambalado, ternyata Ayu Ting Ting masih merasa sakit hati oleh ulah pria. Ketika masih SMA menjadi korban alamat palsu. Kini ia merasakan pedasnya bibir seorang pria.  Ayu Ting Ting jadi korban pria yang rasanya cuma di mulut saja dan enaknya cuma di lidah saja. Aku pun tak terlalu mengerti makna fiksasi oral ini. Sambalado terasa pedas dan panas, mulut bergoyang dan lidah bergetar. OK, ketika sudah janda dan bukan gadis SMA lagi, sepertinya kemampuan oral Ayu semakin terasah.

Ayu Ting Ting kecewa. Lidah pria tersebut mengandung bara api dan racun tikus. Hati Ayu Ting Ting pun terbakar dan nyaris mati keracunan. Kesalahan pria tersebut adalah hanya baik kalau ada maunya tetapi setelah hilang rasanya, pria tersebut menghilang. Ayu Ting Ting hanya dicolek sedikit, tetapi menggigit, namun ujungnya sakit hati. Bagaimana "ujung" pria tersebut menyakitkan? Makna apa yang tersembunyi dari lagu ini?

***

Ah, Ayu Ting ting, mengapa engkau begitu mudah tersakiti oleh pria? Begitu mudah tertipu? Begitu saja terkecewakan? Begitu mudah percaya dengan lidah pria? Begitu nikmatkah kemampuan oral pria tersebut?

Ayu TingTing, semoga engkau belajar banyak dari selama perjalanan hidup dan karir dari masa gadis SMA hingga kini janda beranak. Tidak selamanya ucapan bisa dipercaya. Tidak selamanya kemampuan oral yang nikmat itu tidak berujung sakit hati.

***

Info lain kudapatkan, kalau Ayu Ting Ting masih saja tertipu oleh trik alamat palsu.


Seriously? Ayu Ting Ting, engkau sudah bukan gadis SMA, namun masih tertipu trik alamat palsu? Kapokmu kapan? Aku kira kamu sudah semakin berpengalaman setelah menjadi janda.

***

Begitulah tulisan absurd tentang Ayu Ting Ting.
Posting-posting yang berhubungan dengan Ayu Ting Ting bisa diklik di bawah ini.
Terima kasih, telah membaca tulisan ini.


Bremen, 6-7 Februari 2016

iscab.saptocondro

Minggu, 05 Agustus 2012

Misteri geol mujaer

Tulisan ini bagian dari catatan perjalanan kursus geol mujaer, yang kulakukan antara 3 dan 19 Juli 2012.

***

Geol mujaer ini masih misterius. Selama lima tahun mujaer bergeol, orang Indonesia yang kukenal tidak tahu sama sekali mengenai geol ini. Mereka malah membahas goyang bebek versus goyang itik. Mengenai bebek dan itik akan kuceritakan kemudian karena sekarang saatnya geol mujaer.

Aku mendapat pesan dari kawan di Belanda:
"Tanyakan kepada rumput yang bergoyang, seperti kata Ebiet G. Ade. The answer is blowing in the wind, like Bob Dylan said."
Mungkin aku harus bertanya kepada mujaer yang bergeol, bukan rumput yang bergoyang.

Walau sama-sama ikan, bertanyalah pada mujaer yang bergeol dan jangan kepada ikan lele yang berkumis. Ini karena Baso Pak Kumis telah tiada di tempat kursus geol mujaer. Selain itu, Si Kumis kalah suara sama Si Kotak-kotak di putaran pertama. Ternyata aku juga tak sempat makan pecel lele di sana.

Nah, seperti apakah geol mujaer?

Langkah pertama mempelajari geol ini adalah dengan melihat video berikut, yang sudah kutampilkan di tulisanku sebelumnya.

Ternyata sulit juga menangkap maksud geol mujaer dari Ayu Ting Ting dan Aam dari Barakatak. Kutemukan video lain dari Ayu Ting Ting yaitu "Ya Iya deh". Di situ akan terlihat gerak dasar geolnya. Seperti pesan menteri olah raga si jaman Eyang Soeharto masih berkuasa dulu, "memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat", mari kita berlatih geol mujaer demi kebugaran badan.

Men sana corpori sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. 

Semoga dengan kedua video di atas, makna geol mujaer bisa diresap hingga kalbu yang terdalam.

Nürnberg, 5 Agustus 2012

iscab.saptocondro

P.S. Nantikan tulisan selanjutnya mengenai geol mujaer versus goyang Higgs-Boson.